, ,

Batam Pacu Pariwisata Internasional, Bajafash Festival 2025 Jadi Ujung Tombak

oleh -599 Dilihat

Bajafash Festival 2025: Gerbang Batam Menuju Panggung Global

Majalah Batam– Batam tidak lagi hanya dikenal sebagai kota industri dan perdagangan. Kini, melalui gelaran Bajafash Festival 2025, pemerintah Kota Batam dengan tegas mengukuhkan ambisinya untuk membawa “Kota Industri” ini melesat ke kancah internasional, bersaing dengan destinasi dunia lainnya.

Dukungan Penuh Pemerintah: Dari Regulator Menjadi Katalisator

Pemerintah Kota Batam, di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, tidak setengah-setengah dalam mendukung Bajafash Festival. Dukungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen strategis.

Batam Pacu Pariwisata Internasional, Bajafash Festival 2025 Jadi Ujung Tombak
Batam Pacu Pariwisata Internasional, Bajafash Festival 2025 Jadi Ujung Tombak

Baca Juga: Kota Batam Geger, Korupsi Revitalisasi Dermaga Batu Ampar Rugikan Negara Rp 30,6 Miliar

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan, “Kehadiran pemerintah bukan sekadar sebagai regulator, tetapi juga katalis yang mempercepat perkembangan pariwisata kreatif di Batam.” Pernyataan ini mencerminkan perubahan paradigma yang signifikan. Pemerintah tidak lagi hanya mengatur, tetapi aktif mendorong dan mempercepat terwujudnya Batam sebagai destinasi kelas dunia.

Strategi Jitu: Memadukan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Bajafash Festival bukan event biasa. Ini adalah strategi cerdas yang menyatukan dua sektor andalan: ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Musik dan fashion merupakan bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Bajafash mampu menggabungkan keduanya sekaligus menampilkan budaya, sehingga menjadi momentum yang sangat luar biasa,” jelas Ardiwinata.

Dengan memadukan jazz, fashion, dan budaya lokal dalam satu paket, Batam menawarkan pengalaman wisata yang unik dan komprehensif. Ini bukan sekadar menghibur, tetapi membangun narasi baru tentang identitas Batam di mata dunia.

Target Nyata: Dari 1,08 Juta Menuju 1,5 Juta Wisatawan

Dampak dari strategi ini sudah terlihat nyata. Sepanjang 2025 hingga Agustus, kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam telah menembus 1,08 juta orang, dengan target tahunan 1,5 juta wisatawan diperkirakan tercapai.

Namun pemerintah tidak berhenti di angka kunjungan saja. Ardiwinata menyoroti indikator keberhasilan yang lebih substansial: “Indikator keberhasilan pariwisata Batam ada dua: jumlah wisatawan yang datang dan lamanya mereka tinggal. Saat ini rata-rata lama kunjungan 2,8 hari, ke depan kita harapkan bisa meningkat hingga satu minggu.”

Target meningkatkan lama tinggal wisatawan dari 2,8 hari menjadi seminggu menunjukkan visi yang matang dalam membangun ekonomi pariwisata yang berkelanjutan.

Bajafash 2025: Menghidupkan Kembali Budaya Peranakan

Memasuki tahun ketujuh, Bajafash Festival 2025 mengusung tema “Straits Intercession: Budaya Peranakan” – pilihan yang tepat secara strategis dan kultural.

Event Director Bajafash, Indra Putri Fajar, menjelaskan filosofi di balik tema ini: “Budaya peranakan itu penuh warna, penuh cerita. Kita ingin mengingatkan masyarakat Batam dan Kepri agar terus bangga dengan akar budayanya.”

Dengan mengangkat budaya peranakan yang khas di kawasan Selat Malaka, Batam tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga cerita dan identitas yang membedakannya dari destinasi lainnya.

Kolaborasi Regional: Jazz dari Nusantara hingga ASEAN

Bajafash 2025 menghadirkan kolaborasi artistik yang mengesankan. Dari legenda Indonesia seperti Vina Panduwinata hingga bakat-bakat dari Malaysia, Singapura, dan Filipina. Ini bukan sekadar line-up festival, tetapi pernyataan politik budaya bahwa Batam adalah pusat pertemuan kreativitas regional.

Yang tak kalah penting, festival ini tetap memberikan panggung bagi musisi muda Batam dan Kepri, membuktikan komitmen terhadap regenerasi dan pengembangan talenta lokal.

Tantangan dan Harapan: Dari Keterbatasan Menuju Optimisme

Di balik optimisme tersebut, tantangan tetap ada. Indra mengakui keterbatasan sponsor menjadi kendala tahun ini. Namun justru di sinilah peran komunitas dan masyarakat dibutuhkan.

“Kami butuh dukungan penuh masyarakat Datang, tonton, beli tiket. Karena festival ini bukan hanya milik kami, tapi juga untuk Kepri, dan Indonesia,” tegas Indra.

Positioning Baru Batam: Dari Kota Industri Menuju Destinasi Regeneratif

Pemerintah Kota Batam melihat Bajafash sebagai bagian dari strategi positioning yang lebih besar. Ardiwinata menekankan, “Posisi Kepri,  semakin kuat di mata nasional maupun internasional. Event seperti Bajafash membuktikan bahwa bukan hanya kota industri, tetapi juga pusat seni, budaya, dan kreativitas.”

Yang lebih strategis kini ditempatkan sebagai salah satu destinasi pariwisata regeneratif bersama Jakarta dan Bali. Ini adalah pengakuan penting atas transformasi dari kota industri monoton menjadi destinasi dinamis yang mampu memperbarui dan meregenerasi daya tariknya secara berkelanjutan.

Menuju Masa Depan:  di Peta Global

Bajafash Festival 2025 bukan tujuan akhir, melainkan gerbang menuju visi yang lebih besar. Dengan dukungan pemerintah yang solid, kolaborasi antara pemangku kepentingan, dan semangat komunitas yang menggelora, sedang menulis babak baru dalam sejarahnya.

“Dukungan pemerintah ini menjadi energi besar bagi para pelaku seni dan kreatif. Inilah ruang yang ditunggu-tunggu, untuk membawa semakin dikenal di kancah internasional,” tutup Ardiwinata.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.