, ,

Dalam Penggerebekan Mini Lab, Polisi Kepri Gagalkan Produksi Sabu dan Ekstasi Skala Besar

oleh -655 Dilihat

Gempur Narkoba di Perbatasan: Ditresnarkoba Polda Kepri Ungkap 30 Kasus, Gagalkan Peredaran Sabu dan Ekstasi Skala Besar

Majalah Batam– Dalam sebuah operasi yang masif dan terkoordinir, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) kembali membuktikan komitmennya dalam perang tanpa ampun terhadap jaringan narkotika. Sepanjang periode Agustus hingga September 2025, jajaran kepolisian di wilayah strategis perbatasan ini berhasil mengungkap 30 kasus narkoba yang menggemparkan.

Operasi penyelidikan yang berlangsung selama dua bulan itu berbuah manis dengan ditangkapnya 39 tersangka dari berbagai tingkat jaringan. Yang lebih mencengangkan adalah jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, menunjukkan skala peredaran yang sangat besar dan terorganisir. Barang bukti yang disita antara lain:

  • 8,37 kilogram sabu-sabu

  • 74.776 butir pil ekstasi

  • 556,3 gram serbuk ekstasi

  • 11 paket sintetik gorila (sinte gorila)

  • 663 butir happy five

  • Serta berbagai jenis obat keras dan bahan-bahan kimia prekursor yang digunakan untuk memproduksi narkotika secara ilegal.

Penggerebekan Mini Laboratorium di Batam

Titik puncak dari operasi ini adalah penggerebekan sebuah mini laboratorium yang berlokasi di Batam. Laboratorium gelap ini diduga kuat merupakan tempat produksi sabu-sabu dan pil ekstasi untuk disalurkan ke berbagai wilayah. Pengungkapan ini merupakan pukulan telak bagi sindikat narkoba, karena tidak hanya menangkap pengedar, tetapi juga memutus mata rantai produksi di hilir.

Dalam Penggerebekan Mini Lab, Polisi Kepri Gagalkan Produksi Sabu dan Ekstasi Skala Besar
Dalam Penggerebekan Mini Lab, Polisi Kepri Gagalkan Produksi Sabu dan Ekstasi Skala Besar

Baca Juga: Suasana Semarak Warnai Gelaran GERMAS TP PKK Bintan di Kantor Camat Bintan Pesisir

“Ini adalah prestasi yang luar biasa dari anak buah kita. Mereka tidak hanya bekerja menangkap para pengedar jalanan, tetapi juga berhasil menyelidiki hingga ke tempat produksinya. Penggerebekan laboratorium ini sangat signifikan dalam memotong suplai narkoba,” ujar seorang sumber di lingkungan Polda Kepri.

Kinerja Akumulatif 2025: 216 Kasus dan 298 Tersangka

Capain dua bulan ini menjadi bagian dari catatan gemilang Ditresnarkoba Polda Kepri sepanjang tahun 2025. Secara kumulatif, dari Januari hingga September 2025, telah tercatat 216 kasus narkoba yang berhasil diungkap dengan total 298 tersangka yang ditindak.

Yang paling membanggakan, berdasarkan perhitungan standar BNN dan Polri, hasil pengungkapan kasus-kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 853.000 jiwa dari bahaya laten narkoba. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi merepresentasikan ratusan ribu generasi muda, kepala keluarga, dan anggota masyarakat yang terhindar dari kehancuran fisik, mental, dan sosial akibat barang haram tersebut.

Komitmen Kapolda: Kejar Jaringan hingga ke Akar

Menanggapi keberhasilan ini, Kapolda Kepri, Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajarannya. Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan masih panjang. Penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri jaringan hingga ke sumber peredaran.

“Ini bukanlah akhir. Kami akan terus mendalami setiap kasus, mengembangkan penyelidikan, dan mengejar setiap pelaku hingga ke akar-akarnya. Kami tidak akan berhenti selama masih ada yang nekat merusak generasi bangsa dengan narkoba,” tegas Kapolda dengan nada tegas.

Ajakan Kolaborasi dengan Masyarakatakat

Irjen Asep Safrudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

“Kami membutuhkan mata dan telinga masyarakat. Jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan Anda, segera laporkan. Mari bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat dari narkoba. Perlindungan terhadap keluarga dan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita bersama,” imbaunya.

Wujud Pengabdian Maksudimal Kepada Bangsa

Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kepri ini adalah refleksi nyata dari semangat Pengabdian Maksimal kepada Bangsa. Setiap gram sabu yang disita, setiap butir ekstasi yang digagalkan, dan setiap laboratorium yang digerebek adalah bukti nyata dedikasi Polri dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman narkoba.

Operasi ini juga menjadi penanda bahwa Polri terus Meningkatkan #KinerjaLayaniIndonesia. Di wilayah kepulauan dan perbatasan yang rentan seperti Kepri, kinerja yang prima, inteligensia yang akurat, dan keberanian yang tulus mutlak diperlukan. Prestasi ini memberikan pesan yang jelas: tidak ada toleransi bagi para pengedar narkoba, dan Polri akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan semangat yang tak kenal lelah, Polri melalui jajaran Polda Kepri terus berkomitmen untuk menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba, dimulai dari wilayah terdepan negara.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.