Batam: Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Kepri dengan Daya Saing 6,69 Persen
Majalah Batam– Ditengah gemuruh perayaan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebuah pesan tegas bergema dari Dataran Engku Putri, Batam, pada Rabu (24/9/2025). Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, yang bertindak sebagai inspektur upacara, tidak hanya memimpin seremoni, tetapi juga menegaskan sebuah realitas yang tak terbantahkan: Batam adalah motor penggerak utama, lokomotif yang menarik gerbong-gerbong perekonomian regional menuju masa depan yang lebih gemilang.
Mengusung tema sentral “Kepri Maju, Makmur, dan Merata,” momentum historis ini dijadikan pijakan untuk merefleksikan sekaligus mengakselerasi cita-cita luhur para pendahulu—membangun sebuah provinsi maritim berjati diri Melayu yang berdaya saing tinggi. Dan dalam narasi besar tersebut, Batam memainkan peran sentral.
Jantung Ekonomi Kepri: Data yang Bicara
Penegasan Wali Kota Amsakar Achmad bukanlah retorika kosong. Ia dilandasi oleh data-data makroekonomi yang solid dan impresif. Pada tahun 2024, Kota Batam mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang fantastis, mencapai 6,69 persen. Angka ini bukan hanya sebuah statistik; ia adalah bukti nyata dinamika dan ketahanan ekonomi Batam. Capaian ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri.

Baca Juga: Dalam Upaya Tekan Keberangkatan via LN, Gubernur Ansar Ahmad Usul Batam Jadi Embarkasi Haji Baru
Pertumbuhan tinggi ini didorong oleh beberapa faktor kunci:
-
Investasi yang Terus Mengalir: Status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) tetap menjadi magnet utama bagi investor domestik dan asing. Insentif fiskal dan kepabeanan menciptakan iklim usaha yang sangat kompetitif.
-
Infrastruktur yang Terkoneksi: Pelabuhan internasional, bandara yang terus berkembang, dan jaringan jalan tol yang menghubungkan kawasan industri menjadikan Batam sebagai hub logistik dan distribusi yang efisien.
-
Diversifikasi Sektor Ekonomi: Meski sektor industri manufaktur, khususnya elektronik dan galangan kapal, tetap menjadi tulang punggung, sektor jasa seperti perdagangan, logistik, dan pariwisata kongres (MICE) menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
“Dengan keunggulan infrastruktur dan status KPBPB, Batam wajib berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” tegas Amsakar dalam pidatonya. Dampak dari pertumbuhan Batam ini diharapkan tidak berhenti di pulau itu sendiri, tetapi menjadi katalisator bagi pengembangan ekonomi di pulau-pulau lain di Kepri, seperti Karimun, Bintan, dan Lingga.
Sinergi dan Komitmen: Fondasi Menuju Kemakmuran yang Merata
Upacara yang dihadiri secara khidmat oleh Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, jajaran Forkopimda, serta seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemko) Batam, menjadi simbol kuat komitmen kolektif. Amsakar mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dunia usaha, dan masyarakat—untuk menjadikan semangat Hari Jadi ini sebagai inspirasi dalam memperkuat tiga pilar utama: sinergi, inovasi, dan dedikasi.
Sinergi yang erat antara Pemko Batam dan BP Batam adalah kunci penentu. Kolaborasi ini semakin memantapkan posisi Batam sebagai destinasi investasi yang terprediksi, efisien, dan siap bersaing di kancah global. Harmoni dalam perencanaan dan eksekusi kebijakan akan mempercepat penyelesaian berbagai proyek strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga penguatan sektor-sektor unggulan.
“Identitas kita adalah laut, dan masa depan kita adalah kemaritiman,” ujar Amsakar, mengingatkan kembali jati diri Kepri. Pernyataan ini sekaligus menjadi kompas arah pembangunan ke depan. Batam tidak hanya akan mengandalkan industri darat, tetapi juga harus optimal memanfaatkan potensi kelautan dan kemaritiman yang luas, mulai dari industri perikanan modern, pariwisata bahari, hingga logistik maritim.
Mewujudkan Kepri yang Maju, Makmur, dan Merata
Optimisme yang terpancar dari perayaan ini memiliki fondasi yang kuat. Target untuk mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata bukanlah mimpi di siang bolong. Batam, dengan daya saing 6,69 persen, telah membuktikan kemampuannya sebagai lokomotif. Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa gerbong-gerbong di belakangnya—seluruh kabupaten dan kota di Kepri—terikat kuat dan merasakan secara nyata dampak dari lajunya pertumbuhan tersebut.
Pembangunan infrastruktur penghubung, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan rantai pasok yang melibatkan usaha kecil dan menengah dari berbagai daerah di Kepri akan menjadi kunci pemerataan. Batam tidak hanya harus maju untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi sumber energi bagi peningkatan kesejahteraan yang merata di seluruh Kepulauan Riau.
Sebagai penutup, semangat Hari Jadi ke-23 Kepri ini adalah pengingat bagi semua pihak. Batam tidak hanya maju, tetapi juga memastikan kemakmuran ini berdampak luas hingga ke pulau-pulau di sekitarnya. Mari bersama wujudkan Kepulauan Riau yang semakin maju, makmur, dan merata! Dengan lokomotif bernama Batam yang terus melaju kencang, perjalanan menuju cita-cita tersebut terasa semakin nyata dan penuh harapan.





