, ,

Geliat Wisata Kepri Pemerintah Pacu Kunjungan Wisman Singapura Lewat BBWY II

oleh -655 Dilihat

Dari Singapura ke Serumpun: BBWY II Pacu Geliat Wisata Kepri sebagai Destinasi Primadona

Majalah Batam– Geliat pariwisata Indonesia di kancah internasional terus menunjukkan tajinya. Kali ini, sorotan utama diarahkan pada destinasi yang secara geografis paling dekat dengan salah satu pasar terbesarnya: Kepulauan Riau (Kepri). Melalui gelaran Batam Bintan Welcome You (BBWY) II yang berlangsung pada 1–7 September 2025 di Sengkang Grand Mall, Singapura, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak sekadar mempromosikan, tetapi memperkuat penetrasi pasar dan membangun narasi baru bagi wisatawan Singapura.

Acara yang menjadi rangkaian promosi terpadu untuk destinasi Batam dan Bintan ini bukanlah yang pertama. Ia merupakan kelanjutan sukses dari BBWY I yang digelar lebih dahulu pada akhir Juni hingga awal Juli 2025 di Jurong Point Mall. Keberlanjutan ini menunjukkan komitmen strategis dan konsistensi pemerintah dalam membidik pasar Singapura, yang telah lama menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Indonesia.

Strategi Menjemput Bol di Depan Mata

“Kami menilai potensi kunjungan wisatawan mancanegara asal Singapura ke Kepulauan Riau sangat tinggi,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, seperti dikutip di Jakarta, Jumat. Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Data berbicara sangat jelas. Pada periode Januari-Juli 2025 saja, jumlah wisatawan Singapura yang datang ke Indonesia telah mencapai 822.993 orang. Yang lebih menarik, lebih dari 50% di antaranya masuk melalui jalur laut—sebuah bukti nyata bahwa pintu gerbah utama mereka adalah pelabuhan-pelabuhan di Kepri, seperti Batam Center dan Bandar Bentan Telani.

Geliat Wisata Kepri Pemerintah Pacu Kunjungan Wisman Singapura Lewat BBWY II
Geliat Wisata Kepri Pemerintah Pacu Kunjungan Wisman Singapura Lewat BBWY II

Baca Juga: Dalam Penggerebekan Mini Lab, Polisi Kepri Gagalkan Produksi Sabu dan Ekstasi Skala Besar

“Angka ini menjadikan Singapura sebagai salah satu pasar utama pariwisata Indonesia,” tegas Made. Kedekatan geografis yang hanya ditempuh dengan feri dalam waktu 45-60 menit, kemudahan akses transportasi, serta daya tarik wisata yang kompetitif dan complementer (saling melengkapi) dengan Singapura, menjadi kombinasi sempurna. Jika Singapura menawarkan gemerlap kota dunia, maka Kepri menawarkan pelarian ke pesona alam bahari, golf kelas internasional, dan spa yang memanjakan.

Oleh karena itu, promosi di Singapura dinilai sangat strategis untuk mendukung target Kemenpar mencapai 1,8 juta kunjungan wisatawan Singapura ke Indonesia secara keseluruhan.

BBWY II: Lebih dari Sekadar Pameran

BBWY II bukan sekadar bazar biasa. Acara ini menghadirkan 10 pelaku industri pariwisata terpilih dari Kepri, yang terdiri dari agen perjalanan, tour operator, perhotelan, dan penyedia jasa spa. Kehadiran mereka langsung di tengah pusat perbelanjaan warga Singapura memungkinkan interaksi yang personal dan langsung.

Masyarakat Singapura tidak hanya bisa melihat gambar atau video, tetapi langsung berdiskusi, menanyakan paket, membandingkan harga, dan yang terpenting, melakukan booking on the spot. Kemenpar melalui ajang ini memanfaatkan kesempatan emas untuk mempromosikan berbagai paket wisata menarik di Batam dan Bintan, mulai dari paket golf di lapangan berkelas dunia, wisata kuliner seafood, retreat spa, hingga staycation di resort tep pantai yang memukau.

Hasil yang Nyata: Dari Transaksi hingga Minat yang Meluas

Keseriusan gelaran ini terbukti dari angka transaksi yang dihasilkan. Made Marthini menyebutkan bahwa BBWY 2025 berhasil menghasilkan transaksi riil senilai SGD 7.239 (setara Rp 92,3 juta) dari 33 orang. Angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi nilainya yang justru signifikan terletak pada transaksi potensial senilai SGD 664.979 (setara Rp 8,48 miliar) dari 162 orang yang berkonsultasi.

Transaksi potensial ini merupakan indikator yang sangat kuat. Ini berarti ada lebih dari 160 kepala keluarga atau kelompok traveler yang serius merencanakan liburan mereka ke Kepri dalam waktu dekat, dengan nilai rata-rata transaksi yang cukup tinggi. Ini membuktikan bahwa daya beli dan minat masyarakat Singapura sangat besar.

Yang tak kalah menarik, gelombang promosi untuk Kepri ini ternyata memicu efek domino positif bagi destinasi lain di Indonesia. Made menyebutkan bahwa selain Batam dan Bintan, destinasi seperti Bali, Yogyakarta, dan Jawa Timur juga banyak mendapat pertanyaan dari pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa once trust and interest to travel to Indonesia are built, wisatawan tertarik untuk menjelajahi lebih dalam lagi keindahan Nusantara.

Membangun Citra sebagai Destinasi Utama, Bantu Sebarkan Pesona Indonesia

BBWY II adalah sebuah langkah taktis dan cerdas. Ini adalah upaya “menjemput bola” di depan mata. Daripada hanya pasif menunggu, Kemenpar aktif mendatangi calon konsumennya langsung di rumah mereka, dengan menawarkan produk yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat.

Melalui event semacam ini, citra Batam dan Bintan tidak lagi sekadar sebagai “tetangga dekat” atau destinasi liburan akhir pekan yang biasa-biasa saja, tetapi sebagai destinasi utama yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas dunia. Upaya ini tidak hanya memacu kunjungan ke Kepri, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan wisata Indonesia lainnya, sehingga pada akhirnya akan berkontribusi signifikan terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Dengan strategi pemasaran yang terpadu, berkelanjutan, dan langsung menyentuh target pasar, optimisme untuk mencapai bahkan melampaui target 1,8 juta wisatawan Singapura bukanlah sebuah mimpi, tetapi sebuah keniscayaan yang sedang diwujudkan langkah demi langkah.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.