, ,

Kepala BP Batam Dampingi Menteri Transmigrasi RI Serahkan 94 SHM kepada Warga Rempang

oleh -806 Dilihat
Kepala BP Batam Dampingi Menteri Transmigrasi RI Serahkan 94 SHM ke Warga Rempang
Kepala BP Batam Dampingi Menteri Transmigrasi RI Serahkan 94 SHM ke Warga Rempang

Majalah Batam — Sebanyak 94 Kepala Keluarga (KK) terdampak proyek Rempang Eco-City resmi menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) dari Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman, pada Selasa (12/8/2025) di Tanjung Banon, Batam. Penyerahan ini menambah jumlah total warga penerima SHM di kawasan relokasi Tanjung Banon menjadi 162 KK sejak program ini dimulai. SHM tersebut menjadi bukti sah kepemilikan lahan dan rumah yang diberikan pemerintah, sekaligus simbol kepastian hukum bagi warga yang telah pindah dari wilayah proyek strategis nasional tersebut.

Wujud Janji Negara

Baca Juga : Proyek New Batam Centre Rp8 Triliun Ditandatangani, Siap Jadi Magnet Investasi Baru Indonesia

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang turut mendampingi penyerahan SHM, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dan kenyamanan hidup bagi warga.

“SHM ini adalah janji negara terhadap warga, dan Alhamdulillah sudah terealisasi. Kami bahagia karena seluruh warga semakin kompak dan solid membangun kehidupan baru di Tanjung Banon,” ujarnya.

Amsakar menambahkan bahwa pemerintah juga berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana penunjang di kawasan baru, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan dan air bersih.

“Kami ingin Tanjung Banon menjadi kawasan transmigrasi modern yang terintegrasi, lengkap dengan fasilitas, dan bisa menjadi percontohan nasional sebagaimana harapan Pak Menteri,” tambahnya.

Harapan dari Pemerintah Pusat

Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kawasan Rempang Eco-City merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran investasi ini sejalan dengan peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Hunian layak hanyalah langkah awal. Kami ingin membuka peluang usaha, pekerjaan, dan mengembangkan potensi SDM lokal agar siap bersaing,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga perguruan tinggi ternama. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat memberikan solusi inovatif bagi pengembangan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Transformasi Tanjung Banon

Sejak dimulainya relokasi warga dari Pulau Rempang, Tanjung Banon telah berkembang pesat. Rumah-rumah permanen dibangun dengan desain modern namun tetap mempertahankan nuansa lokal. Warga mulai membentuk kelompok usaha bersama, memanfaatkan potensi perikanan, pertanian, dan kerajinan tangan.

Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan keterampilan kerja bagi warga agar mampu beradaptasi dengan peluang ekonomi baru yang hadir seiring berkembangnya kawasan Rempang Eco-City.

Kehidupan Baru, Semangat Baru

Bagi warga, SHM bukan sekadar selembar kertas, melainkan simbol kepastian dan rasa aman untuk menata masa depan. Salah satu penerima SHM, Abdul Karim (52), mengaku lega karena kini ia dan keluarganya memiliki rumah dengan status kepemilikan yang jelas.

“Alhamdulillah sekarang hati tenang, rumah ini milik kami. Semoga fasilitas segera lengkap dan usaha kami di sini lancar,” ungkapnya.

Dengan penyerahan SHM tahap terbaru ini, pemerintah berharap seluruh warga terdampak Rempang Eco-City dapat segera memiliki dokumen kepemilikan, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran terkait hak atas tanah dan hunian mereka.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.