, ,

Sebuah Kecelakaan Tragis di Bintan Tewaskan Bryan, Balita 2 Tahun

oleh -577 Dilihat

Bryan, Balita 2 Tahun, Tewas Ditabrak Avanza di Bintan: Tragedi di Jalan Sei Datok

Majalah Batam– Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa seorang balita berusia dua tahun pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Sei Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mengubah hari yang biasa menjadi scene duka bagi sebuah keluarga.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, kecelakaan beruntun ini melibatkan sebuah Toyota Avanza dengan nomor polisi BP 1841 WO yang sedang melaju dari Tanjungpinang menuju Kijang. Menurut kesaksian warga setempat, mobil tersebut mengalami oleng di lokasi kejadian sebelum akhirnya memicu rangkaian tabrakan yang fatal.

Kronologi Tragedi Beruntun

Insiden berawal ketika Avanza yang mengalami oleng menyenggol sepeda motor Honda Revo BP 2352 TG dari arah berlawanan. Benturan ini menyebabkan pengendara Revo terjatuh ke dalam got di pinggir jalan. Namun, tragedi tidak berhenti di situ. Avanza yang tidak terkendali kemudian melanjutkan lajunya dan menabrak motor kedua, Honda Beat BP 3731 BR, dengan dampak yang lebih parah.

Detik-detik Kecelakaan Maut di Bintan, Balita Nyangkut di Ban, Saat Dievakuasi Sudah Tak Bergerak - Tribunbatam.id

Baca Juga: Pagi Ini, BMKG Peringatkan Warga Batam Waspada Hujan Disertai Petir

Video yang beredar pascakecelakaan memperlihatkan kepiluan situasi tersebut. Tampak dua wanita tergeletak di jalan dengan satu korban kakinya terjepit bagian depan mobil. Warga sekitar berkerumun dan berusaha membantu, termasuk mengangkat seorang balita dari kolong kendaraan.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Dampak kecelakaan ini sungguh memilukan. Bryan, balita laki-laki berusia dua tahun yang merupakan anak dari salah satu korban, meninggal dunia karena luka parah di kepalanya. Bocah malang ini harus menghembuskan napas terakhirnya di usia yang seharusnya penuh dengan canda tawa.

Menurut Direktur RSUD Bintan, drg. Toni Masruri, korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Bryan dinyatakan meninggal pada pukul 13.52 WIB setelah menjalani perawatan intensif.

Korban lain yang mengalami luka-luka adalah Maria (35) yang menderita patah tulang di tangan kiri dan kaki kanan sehingga harus dirujuk ke Tanjungpinang untuk perawatan lebih lanjut. Sovia Hutagalung (28), ibu kandung Bryan, mengalami luka lecet, sementara Lekson (56) mengalami syok dan luka lecet.

Respons Kepolisian dan Imbauan Keselamatan

Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, melalui Aipda Nico Ferdian dari Polsek Bintan Timur, membenarkan peristiwa ini dan menyatakan bahwa anggota masih menangani kasusnya. Penyidikan terus dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan faktor-faktor yang berkontribusi.

Nico Ferdian juga mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berkonsentrasi penuh saat mengemudi, mematuhi peraturan lalu lintas, dan berhati-hati demi keselamatan bersama di jalan raya. “Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan berkendara,” ujarnya.

Duka Keluarga dan Masyarakat

Tragedi ini telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi Sovia Hutagalung yang harus kehilangan anaknya sementara dia sendiri mengalami luka-luka. Masyarakat sekitar juga turut berduka atas peristiwa mengerikan yang terjadi di lingkungan mereka.

Kecelakaan ini menyoroti kembali pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara, terutama di jalan-jalan yang mungkin memiliki kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Nyawa seorang anak yang masih begitu belia menjadi korban dalam tragedi yang seharusnya dapat dicegah.

Pelajaran berharga dari peristiwa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pengguna jalan akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, sehingga tidak ada lagi nyawa yang harus melayang sia-sia di jalan raya.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.