, ,

Suasana Mencekam Landa Rumah Warga di Lingga, Dapur Ludes Terbakar Usai Ibunda Tertidur Saat Memasak dengan Kayu

oleh -684 Dilihat

Tertidur Saat Memasak, Dapur Warga di Lingga Ludes Dilalap Api

Majalah Batam– Suasana mencekam menyelimuti rumah Salmiah (48) di Dusun Tebing, Desa Teluk, Lingga Timur, Minggu (21/9/2025) malam silam. Sekitar pukul 23.15 WIB, kobaran api tiba-tiba membakar dapur rumahnya, menghanguskan segala yang ada di dalamnya. Penyebabnya terlihat sepele namun fatal: kelelahan yang berujung pada tertidur di tengah aktivitas memasak.

Insiden ini bermula ketika Salmiah, seorang ibu yang kesehariannya berjualan kue, mempersiapkan dagangannya untuk esok hari. Dalam kondisi yang mungkin telah penat, ia terpaksa menggunakan kayu bakar karena kehabisan minyak tanah untuk kompor. Kepala Desa Teluk, Edi Hendra, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Malam itu beliau memasak dengan kayu karena minyak kompor habis. Dapur sempat ditinggal, karena Salmiah tertidur, sehingga api menjalar dan membakar dapur,” jelas Edi kepada Tribunbatam.id, Senin (22/9/2025).

Detik-Detik Kepanikan dan Solidaritas Warga

Kobaran api yang mulai membesar dan menjalar dengan cepat berhasil terdeteksi oleh salah seorang anak Salmiah. Dalam kepanikan namun penuh ketegasan, anak tersebut segera berteriak meminta pertolongan. Teriakan minta tolong itu memecah kesunyian malam dan menggugah kesadaran warga sekitar.

Dalam hitungan menit, solidaritas dan respons cepat masyarakat setempat diuji. Warga berhamburan keluar rumah dengan membemben berbagai peralatan seadanya untuk memadamkan api. Upaya kolektif yang penuh kepanikan namun terarah itu akhirnya membuahkan hasil.

Merebus Air lalu Ditinggal Istirahat, Dapur Rumah Warga Malang Ludes Terbakar - Tribunjatim.com

Baca Juga: Laporan LHKPN KPK: Kekayaan Mantan Sekwan Lingga Capai Rp1,06 Miliar

“Alhamdulillah masyarakat cepat tanggap. Api berhasil dipadamkan dan ruang tengah rumah bisa diselamatkan,” ucap Edi dengan nada lega.

Berkat ketangkasan dan kerja sama warga, nyawa keempat penghuni rumah—Salmiah, dua anaknya, dan satu cucunya—berhasil diselamatkan. Api pun berhasil dicegah untuk tidak merembet ke bagian utama rumah, membatasi kerusakan hanya pada area dapur.

Dapur Ludes, Peralatan Masak Hangus

Meski korban jiwa berhasil dihindari, kerugian materiil yang diderita Salmiah dan keluarganya cukup signifikan. Seluruh bagian dapur rumahnya hangus dilalap si jago merah. Tidak ada yang tersisa dari perabotan dan perlengkapan memasak yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian Salmiah.

Saat ini, yang tersisa dari dapur tersebut hanyalah puing-puing kayu yang hangus dan peralatan masak yang rusak berat, menjadi saksi bisu betapa cepatnya bencana itu terjadi. Kehilangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari berjualan kue.

Refleksi dan Bantuan Berdatangan

Tragedi ini menyisakan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan, terutama saat menangani sumber api terbuka seperti kayu bakar. Kelelahan dan penggunaan bahan bakar alternatif dalam kondisi darurat dapat menjadi kombinasi yang berbahaya jika tidak diimbangi dengan konsentrasi penuh.

Menyikapi musibah ini, Pemerintah Desa Teluk bersama masyarakat tidak tinggal diam. Rasa kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali terlihat. Edi Hendra menyatakan bahwa pihaknya bersama warga sedang berupaya memberikan bantuan sementara untuk meringankan beban Salmiah dan keluarganya.

“Kita sedang koordinasi untuk bentuk bantuan, baik materiil untuk perbaikan dapur maupun alat masak pengganti, agar Ibu Salmiah bisa kembali beraktivitas,” pungkas Edi.

Insiden di Lingga ini mengingatkan kita semua bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di area dapur, harus selalu menjadi prioritas. Di balik duka keluarga Salmiah, cerita tentang respons cepat dan solidaritas warga Desa Teluk menjadi cahaya terang yang patut diapresiasi.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.