GERMAS di Bintan Pesisir: Hafizha PKK Ajarkan Pola Hidup Sehat dan Tanggap Darurat untuk Wujudkan Keluarga Tangguh
Majalah Batam– Suasana pagi di halaman Kantor Camat Bintan Pesisir pada Rabu, 17 September 2025, pagi itu bukan sekadar rutinitas biasa. Gemuruh irama musik dan semangat yang menggebu-gebu dari ratusan peserta senam menggantikan kesunyian yang biasanya menyelimuti area perkantoran. Ini adalah bukti nyata komitmen Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan yang kembali menghidupkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di pelosok negeri, membawa misi perubahan perilaku kesehatan untuk masyarakat yang lebih tangguh.
Di tengah keramaian, tampak sosok yang familiar, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, dengan senyum khasnya, tak segan menyapa, mengobrol, dan turun langsung berbaur dengan para ibu, bapak, dan bahkan anak-anak. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan penggerak utama yang memberi energi pada setiap gelaran GERMAS. Momen ini adalah sebuah narasi indah tentang kebersamaan dan tekad kolektif untuk mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat Bintan dari tingkat paling dasar: keluarga.
GERMAS: Agenda Rutin yang Menjadi Nadi Perubahan
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Hafizha menegaskan bahwa GERMAS bukan program yang berdiri sendiri. Ia adalah ruh yang menyatu dengan 10 Program Pokok PKK, khususnya di bidang Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat.
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah ‘jalan-jalan’ dengan semangat GERMAS. Bulan Juli lalu kita sukses menggugah semangat hidup sehat warga Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. Beranjak ke Agustus, kita lanjut ke Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam. Dan di bulan yang penuh berkah ini, kita berkumpul dan bergerak bersama di Bintan Pesisir,” ujarnya, menggambarkan komitmen berkelanjutan yang tidak berhenti pada satu titik.

Baca Juga: Badan Kepegawaian Nasional Tetapkan 1.521 Formasi PPPK Paruh Waktu untuk Pemprov Kepri
Hafizha menjelaskan bahwa inti dari GERMAS adalah membangkitkan partisipasi langsung masyarakat. “Ini adalah aksi nyata, bukan sekadar wacana. Kami dari TP PKK hadir untuk mendukung sepenuhnya peran ibu-ibu kader PKK dan seluruh warga. Mari kita bergerak bersama, sinergi dengan semua pihak, untuk mewujudkan Bintan yang kita cintai ini menjadi lebih baik, lebih sehat, dan secara lahir batin lebih sejahtera,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Senam Sehat, Cek Kesehatan Gratis, dan Kepedulian Sosial
Acara pagi itu berlangsung meriah dan padat manfaat. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman kantor camat sudah dipadati warga yang antusias mengikuti senam sehat bersama. Puluhan orang dari berbagai usia dengan riang gembira mengikuti setiap gerakan instruktur, membakar kalori dan menyegarkan pikiran di pagi yang cerah.
Usai membakar keringat, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi magnet tersendiri. Petugas kesehatan dengan sigap memeriksa tensi darah, gula darah, dan parameter kesehatan sederhana lainnya. Kesempatan ini dimanfaatkan betul oleh warga, terutama kaum lanjut usia, untuk mengecek kondisi kesehatannya secara cuma-cuma—sebuah layanan yang sangat berarti di tengah keterbatasan akses dan biaya.
Namun, PKK Kabupaten Bintan paham betul bahwa kesehatan tidak hanya soal kondisi fisik semata. Kesejahteraan sosial dan ekonomi adalah pilar pendukung yang tak kalah penting. Dalam semangat berbagi ini, TP PKK menyalurkan 20 paket sembako kepada kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi merupakan simbol kepedulian dan penguatan bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Paket sembako diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi suntikan semangat untuk terus bertahan dan berdaya.
Pelajaran Berharga: Kesiapsiagaan Tanggap Darurat
Yang membedakan gelaran GERMAS di Bintan Pesisir ini adalah penambahan materi yang sangat krusial: pelatihan penanganan gawat darurat. Hadir sebagai pemateri, Agus Sabana dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan memberikan sosialisasi dan panduan praktis tentang bagaimana masyarakat awam dapat melakukan pertolongan pertama pada keadaan darurat medis.
Materi yang disampaikan bukan teori kompleks, melainkan langkah-langkah dasar yang dapat menyelamatkan nyawa, seperti menangani orang pingsan, tersedak, luka berdarah, atau serangan jantung sebelum tenaga medis profesional tiba. Agus juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan pengetahuan dasar untuk mengurangi kepanikan dalam situasi kritis.
Hafizha, yang menyimak dengan seksama, berharap ilmu yang diberikan bisa melekat dan siap dipraktikkan kapan saja. “Ilmu yang diberikan Mas Agus dari PMI ini sangat berharga. Semoga yang disampaikan bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Kita berdoa semoga selalu diberikan kesehatan, tetapi kita juga harus waspada dan siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang siap siaga,” pesannya kepada para peserta.
Kolaborasi untuk Bintan yang Kuat
Di akhir sambutannya, Hafizha kembali menekankan bahwa kesuksesan GERMAS tidak bisa digantungkan pada satu pihak saja. “Gerakan ini hanya akan bermakna dan berkelanjutan jika ada peran aktif dari semua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kader PKK, hingga setiap kepala keluarga.”
Sebagai penutup, ia melantunkan sebuah pantun yang sarat akan harapan dan motivasi:
“Pergi ke pasar membeli selasih,
Jangan lupa membeli nanas.
Mari kita sukseskan GERMAS,
Jika masyarakat sehat, maka Bintan akan kuat.”
Pantun sederhana itu menggema, disambut tepuk tangan riuh peserta. Lebih dari sekadar kata-kata, ia adalah sebuah mantra pemersatu yang mengingatkan semua orang bahwa fondasi utama kemajuan sebuah daerah adalah masyarakatnya yang sehat, cerdas, dan siap siaga. GERMAS di Bintan Pesisir bukan akhir, melainkan sebuah babak baru dalam perjalanan panjang menuju Bintan yang lebih tangguh.





